Ilmu Ma’ani dalam ulasan singkat
الإسناد: هو ضم كلمة أو ما يجري مجراها إلى أخرى، بحيث يفيد الحكم بأن مفهوم إحداها ثابت لمفهوم الأخرى، أو منفي عنها.
Isnad: Gabungan kata yang membawa pesan penetapan atau
peniadaan sesuatu kepada sesuatu yang lain.
الخبري: نسبة إلى الخبر، وهو ما يحتمل الصدق والكذب لذاته؛ أي: احتمال الصدق والكذب في الكلام الخبري حيث إنه خبر
Kalam Khabar: adalah kalam yang bisa benar dan salah (bohong).
Pengertian ini tanpa melihat sumber kalam khabar. Tapi bila melihat sumber berita
atau kalam khabar maka terdapat tiga kategori, yaitu:
1.
Tidak mengandung kecuali
kebenaran, yaitu kalam Allah SWT dan kalam Rasulillah SAW.
2.
Tidak mengandung kecuali
kebohongan, yaitu seperti ucapan para nabi palsu.
3.
Bisa mengandung kedua
duanya, yaitu ucapan manusia biasa.
Kalam khabari juga bisa bermakna kalam yang bersifat positif
atau negatif. Kalam positif seperti contoh: "زيد قائم" Zaid berdiri,
sedangkan kalam negative seperti contoh: "زيد ليس
بقائم" Zaid
tidak berdiri.
Purpose atau tujuan Kalam Khabar ada dua:
1.
“فائدة
الخبر” maksud istilah ini adalah kalam khabar diucapkan dengan tujuan
memberi pengertian kepada mukhatab isi ucapan yang belum diketahui sebelumnya. Seperti
contoh: "نجح زيد"
Zaid telah sukses, bagi orang yang belum mengerti kesuksesan Zaid.
2.
"لازم
فائدة الخبر" maksud istilah ini adalah memberi kabar seseorang yang
sebenarnya sudah mengerti bahwa dia/mukhatab memang tahu dan mengerti isi
berita. Seperti contoh: "أنت صاحب هذه الدار"
Engkaulah pemilik rumah ini!.
Terkadang juga mukhatab yang sudah mengerti ditempatkan
seperti orang yang tidak mengerti sam sekali karena dia dianggap belum
melaksanakan konsekwensi dari apa yang dia mengerti. Seperti contoh: "إن الموت حق"
diucapkan bagi seseorang yang senang maksiat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar