Santri Jombang yang pernah mampir di Sudan dan sekarang jadi dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2015
Selasa, 18 Agustus 2015
Di belakang laki laki yang sukses, ada seorang wanita yang cerewet
Faedah beristri cerewet
1.
Menjadikan lisan suami
selalu berdzikir kepada Allah sepanjang hari dengan berucap Hasbiyyallahu wa ni’mal
wakiil.
2.
Membantu suami menjaga mata
karena dia pasti benci sesuatu yang berjenis wanita.
3.
Membantu suami selalu
silaturrahim karena sepanjang hari dia akan bersama ibunya.
4.
Membantu suami menjaga
berat badan karena sikap istri membuat tidak enak makan.
5.
Dan setelah cerai, suami
akan mendapat waktu dan konsentrasi yang
penuh dalam bekerja yang menyebabkan dia akan sukses.
Ada Ulasan di balik ucapan
Berikut beberapa latar belakang tujuan kalam khabar dari
perspektif mutakallim:
1.
إظهار الاسترحام والاستعطاف menunjukkan permintaan rasa belas
kasihan, seperti ucapan Musa AS: {رب إني لما أنزلت إلي من خير فقير} [القصص: 24] "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku sangat berhajat
kepada sebarang rezeki pemberian yang Engkau berikan". Alasan: Karena
mukhatab adalah Allah SWT Yang Maha Mengetahui sesuatu yang bersifat rahasia
dan lebih samar,, jadi tidak mungkin bertujuan Faidah atau Lazimul
Faidah. Tapi kalam ini bertujuan menunjukkan rasa permohonan belas kasihan.
2.
إظهار الفخر
menunjukkan keangkuhan. Seperti contoh:
أنا القائد الحامي الذمار وإنما *** يدافع عن أحسابهم أنا أو مثلي
Akulah penjaga kehormatan, dan
hanyalah..
Aku atau setingkat denganku yang
menjaga kehormatan mereka…
3. إظهار الفرح menunjukkan
kebahagiaan, seperti ucapan ahli surga:
{وقالوا
الحمد لله الذي صدقنا وعده وأورثنا الأرض نتبوأ من الجنة حيث نشاء فنعم أجر
العاملين} [الزمر: 74]
Dan mereka mengucapkan:
"Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan
telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati
tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah
sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal".
4.
إظهار الأسى والحزن menunjukkan rasa sedih dan putus asa seperti ucapan
Mutanabbi meratapi saudarinya Saufuddaulah:
ذهب الذين يعاش في أكنافهم *** وبقيت في خلف كجلد الأجرب
Telah pergi manusia manusia yang
menjadi tumpuan. Sedangkan engkau masih langgeng di belakang bagai kulit yang
sakit cacar.
5.
التوبيخ mengolok olok. Seperti ucapan kaum mukminin kepada
kaum munafiqin di padang Mahsyar.
ينادونهم ألم نكن
معكم؟ قالوا: بلى ولكنكم فتنتم أنفسكم وتربصتم وارتبتم وغرتكم الأماني حتى جاء أمر
الله وغركم بالله الغرور} [الحديد:
14]
Orang-orang munafik itu
memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah kami
dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi
kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu
ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan
Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu
6.
Mengingatkan, seperti
mengucapkan kalimat "لا إله إلا الله محمد رسول الله" di depan orang yang sekarat.
Ulasan Singkat Ilmu Ma'ani
Ilmu Ma’ani dalam ulasan singkat
الإسناد: هو ضم كلمة أو ما يجري مجراها إلى أخرى، بحيث يفيد الحكم بأن مفهوم إحداها ثابت لمفهوم الأخرى، أو منفي عنها.
Isnad: Gabungan kata yang membawa pesan penetapan atau
peniadaan sesuatu kepada sesuatu yang lain.
الخبري: نسبة إلى الخبر، وهو ما يحتمل الصدق والكذب لذاته؛ أي: احتمال الصدق والكذب في الكلام الخبري حيث إنه خبر
Kalam Khabar: adalah kalam yang bisa benar dan salah (bohong).
Pengertian ini tanpa melihat sumber kalam khabar. Tapi bila melihat sumber berita
atau kalam khabar maka terdapat tiga kategori, yaitu:
1.
Tidak mengandung kecuali
kebenaran, yaitu kalam Allah SWT dan kalam Rasulillah SAW.
2.
Tidak mengandung kecuali
kebohongan, yaitu seperti ucapan para nabi palsu.
3.
Bisa mengandung kedua
duanya, yaitu ucapan manusia biasa.
Kalam khabari juga bisa bermakna kalam yang bersifat positif
atau negatif. Kalam positif seperti contoh: "زيد قائم" Zaid berdiri,
sedangkan kalam negative seperti contoh: "زيد ليس
بقائم" Zaid
tidak berdiri.
Purpose atau tujuan Kalam Khabar ada dua:
1.
“فائدة
الخبر” maksud istilah ini adalah kalam khabar diucapkan dengan tujuan
memberi pengertian kepada mukhatab isi ucapan yang belum diketahui sebelumnya. Seperti
contoh: "نجح زيد"
Zaid telah sukses, bagi orang yang belum mengerti kesuksesan Zaid.
2.
"لازم
فائدة الخبر" maksud istilah ini adalah memberi kabar seseorang yang
sebenarnya sudah mengerti bahwa dia/mukhatab memang tahu dan mengerti isi
berita. Seperti contoh: "أنت صاحب هذه الدار"
Engkaulah pemilik rumah ini!.
Terkadang juga mukhatab yang sudah mengerti ditempatkan
seperti orang yang tidak mengerti sam sekali karena dia dianggap belum
melaksanakan konsekwensi dari apa yang dia mengerti. Seperti contoh: "إن الموت حق"
diucapkan bagi seseorang yang senang maksiat.
Jumat, 14 Agustus 2015
Addzobyu
Seorang laki laki datang kepada salah satu ahli nahwu dan bertanya: "Adzzobyu (kijang) itu isim ma’rifat atau isim nakiroh?" Ahli nahwu berkata: "Kijang itu kalau sudah terpanggang di atas nampan berarti ma’rifat, kalau masih liar di padang pasir disebut nakiroh". Maka laki laki itu berkata: "Bagus sekali, di dunia ini tidak ada yang lebih pandai dalam urusan nahwu kecuali engkau!"
Langganan:
Postingan (Atom)





